Begini Bedanya Disinfeksi dan Antiseptik

Jasa disinfektan menjadi cukup populer akhir-akhir ini di masyarakat. Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan tentunya dianggap menjadi cara jitu untuk menghindarkan tubuh dari berbagai serangan mikroorganisme jahat. Seperti yang diketahui, di lingkungan ini banyak sekali berkeliaran berbagai macam jenis virus, kuman atau bakteri yang ada. Tentunya dengan jenis, dampak, dan bentuk yang berbeda.

Belakangan ini pun, masyarakat mulai diramaikan dengan kehadiran virus yang cukup berbahaya dengan tingkat penyebaran cukup cepat yakni virus Corona. Hal tersebut membuat masyarakat semakin peka terhadap kebersihan diri dan lingkungan. Bahkan, masyarakat pun mulai kembali disadarkan dan lebih mengenal tentang beberapa material untuk menghilangkan mikroorganisme tersebut.

Beberapa istilah yang akhirnya mulai sering didengar dan diucapkan masyarakat akhir-akhir ini adalah perihal disinfektan dan antiseptik.Meskipun dari segi fungsi keduanya sama saja, namun rupanya masih banyak yang masih salah kaprah dalam pemahaman bahkan penggunaannya. Untuk itu, sebelum Anda menggunakan jasa disinfektan untuk mencegah dan membunuh virus selain dengan membersihkan diri dan lingkungan, ketahui dulu ulasan berikut:

Perbedaan Antiseptik dan Disinfektan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa antiseptik dan disinfektan punya fungsi yang sama. Yakni, keduanya bertugas untuk menghambat pertumbuhan hingga membunuh berbagai mikroorganisme jahat seperti kuman-kuman, virus, hingga bakteri. Namun, dari segi penggunaannya, kedua hal ini jelas berbeda.

Di mana, antiseptik digunakan untuk membunuh mikroorganisme yang menempel di tubuh makhluk hidup. Khususnya yang menempel pada bagian permukaan kulit luar manusia dan juga membran mukosa. Hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko orang tersebut terkena infeksi yang kemudian bisa menyebabkan pembusukan bahkan peradangan. Sedangkan disinfektan hanya khusus untuk benda-benda mati.

Belakangan ini marak adanya penggunaan disinfektan untuk tubuh manusia. Padahal, hal tersebut jelas salah dan bisa memicu dampak yang cukup membahayakan bagi tubuh. Terlebih jika penggunaan bahan untuk pembuatan disinfeksi ini tidak sesuai dan tidak kompatibel untuk digunakan pada tubuh manusia. Jika pihak jasa disinfektan sudah terpercaya, tentu hal ini akan dihindari karena tahu apa kegunaan sebenarnya.

Beda Kandungan Antiseptik dan Disinfektan

Karena penggunaan dua hal ini berbeda, tentu kandungan di dalamnya pun akan berbeda juga. Pada dasarnya, antiseptik ini merupakan senyawa kimia yang biasanya terbentuk dari germisida sejati. Bahkan, antiseptik ini pun sering digunakan pada obat-obat yang digunakan untuk membersihkan luka, atau cairan yang digunakan untuk membersihkan tangan manusia. Untuk bahan yang digunakan biasanya adalah povidon iodin, hidrogen peroksida, atau kalium  permanganat dan alkohol. Namun kadar yang digunakannya lebih sedikit.

Untuk disinfeksi sendiri, biasanya jasa disinfektan akan menggunakan bahan yang bisa dibilang sama dengan pembuatan antiseptik. Namun biasanya, kadar yang digunakan akan lebih banyak jika dibandingkan dengan antiseptik. Bahan sama yang sering digunakan untuk disinfektan adalah hidrogen peroksida dan alkohol. Selain itu, ada juga penggunaan bahan kimia lain seperti sodium hipoklorit dan amonium kuartener atau seperti bahan detergen yang sifatnya kationik.

Meskipun bahan yang digunakan sama, tapi penggunaan kadarnya bisa memberikan dampak yang berbeda. Jika kadar yang tinggi digunakan untuk antiseptik pada manusia, maka bisa mengiritasi kulit dan menyebabkan dampak tidak baik bagi kesehatan. Begitupun jika penggunaan kadar untuk disinfektan sendikit, maka kemungkinan membunuh mikroorganisme jahat pada benda-benda akan lebih kecil peluangnya.

Itulah kenapa, penggunaan antiseptik dan disinfektan ini harus tepat sesuai dengan fungsinya. Begitupun ketika Anda menggunakan jasa disinfektan, sebisa mungkin menghindarkan diri dari cairan disinfeksi untuk menghindari resiko bahayanya bagi tubuh.