gejala kanker kolorektal

Ini Dia Gejala Kanker Kolorektal Stadium Awal

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai apa saja gejala kanker kolorektal pada stadium awal, merujuk pada informasi yang terdapat dalam deherba.com. Memahami gejala kanker sedini mungkin akan sangat penting karena pada saat tersebut potensi kesembuhannya lebih besar.

Kanker kolorektal merupakan jenis kanker yang berkembang di dalam usus besar, atau lebih dikenal sebagai area kolon dan rektum tepatnya ruas terakhir pada usus besar. Kanker kolorektal termasuk dalam 5 besar jenis kanker yang paling banyak terdiagnosa.

Kanker kolorektal ini dapat dikaitkan dengan kebiasaan BAB yang tidak lancar dan kebiasaan makan. Keduanya menyebabkan peningkatan kadar toksin dalam usus. Setelah masalah ini terjadi dalam jangka panjang, efek akan mulai terasa seperti kanker kolorektal ini.

Prognosis dari kanker yang cukup banyak ditemui pada usia manula masih sekitar 80% sampai 90% pada stadium awal. Itu sebabnya mendiagnosa dini akan membantu Anda mendapatkan terapi yang sesuai dengan kondisi.

Apa Saja Gejala Kanker Kolorektal?

gejala kanker kolorektal

Pada stadium lanjut, prognosis dari penyakit kanker kolorektal akan relatif kecil. Bahkan tidak menutup kemungkinan hingga kisaran 20% saja. Sehingga penting untuk tetap mawas diri. Membiasakan gaya hidup sehat yang akan membantu pencegahan dan pengobatan kanker.

Namun tidak mudah mengenali gejala kanker kolorektal, karena biasanya ciri yang muncul mirip dengan penyakit ringan. Tetapi menurut laman deherba, bila sejumlah gejala berikut ini muncul bersamaan, sebaiknya segera periksakan diri.

Mudah diare atau konstipasi

Gejala kanker kolorektal yang cukup lazim terjadi adalah seringnya pasien mengalami gangguan pada fungsi pembuangan. Mereka bisa menjadi sangat rentan untuk diare atau justru menjadi udah sekali sembelit atau konstipasi.

Kinerja lapisan usus besar yang menurun mengganggu kinerja sistem peristaltik dari rektum. Membuat feses tidak lagi mudah keluar. Kadang gangguan pada usus besar ini menyebabkan usus besar lebih sensitif dan mudah menghimpun air berlebihan. Membuat feses mudah menjadi cair dan diare.

Kerap keluar darah pada anus

Gejala kanker kolorektal yang juga kerap dikeluhkan adalah munculnya darah saat BAB. Kadang volume darah sangat kecil dan tidak kentara. Kadang volume darah cukup banyak untuk dapat dikenali. Bahkan kadang menetes bersamaan dengan pasien BAB.

Perdarahan biasanya berasal dari melemahnya jaringan pembuluh darah sekitar rektum akibat efek inflamasi yang terjadi. Inflamasi memang akan kerap terjadi seiring dengan perkembangan kanker.

Muncul rasa nyeri di perut bawah

Gejala kanker kolorektal lain yang juga banyak dikeluhkan adalah rasa nyeri yang muncul di area sekitar perut bawah. Tepat dimana kolorektal berada. Biasanya rasa nyeri bisa menyebar ke area panggul dan pinggang.

Rasa nyeri bisa muncul secara ringan, bisa menjadi cukup menyiksa. Bisa cukup intens dan sering bisa datang dan pergi. Semakin kerap rasa nyeri datang, semakin penting untuk Anda segera memeriksakan diri.

Seperti ada benda dekat anus

Kanker kolorektal identik dengan massa atau benjolan yang terbentuk dalam kolon dan rektum. Ketika itu terjadi, Anda mungkin akan merasakannya seperti ada gumpalan feses yang tidak kunjung keluar. Biasanya pasien akan kerap merasakan seolah BAB tidak terasa tuntas. Hingga memberi efek sinyal palsu pada pasien.

Perut terus kembung

Gejala kanker kolorektal lain adalah pasien akan kerap merasakan efek kembung pada perut. Ini adalah gas yang terhimpun dalam pencernaan akibat efek pembuangan yang tidak berjalan baik dan efek inflamasi dalam pencernaan.

Pasien juga mungkin akan mengalami gangguan keseimbangan enzim dan kerap merasa mual. Ini juga merupakan bentuk dari  respon sistem pencernaan atas keberadaan sel-sel kanker di dalamnya.

Gejala kanker kolorektal lain adalah pasien juga biasanya akan kehilangan selera makan, dan mengalami penurunan fungsi usus dalam menyerap nutrisi. Akibatnya pasien juga akan tampak semakin kurus dan tidak bugar.